demokrasi

A. Pengertian Demokrasi
Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu demos yang berarti rakyat dan kratein yang berarti pemerintahan. Jadi demokrasi dapat diartikan sebagai, pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demokrasi dapat dimaknai sebagai pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama terhadap semua warga Negara.
Inti demokrasi adalah kekuasaan yang dimiliki rakyat, yang diwujudkan dalam bentuk ikut serta menentukan arah perhubungan dan arah mencapai tujuan dalam batas-batas yang ditentukkan oleh hukum yang berlaku.
Sikap dan pola perilaku yang berpandangan hidup untuk mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama terhadap warga Negara, itu bentuk perwujudannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti:
 Menyelesaikan masalah melalyi musyawarah
 Mengedepankan musyawarah dari pada kehendak pribadi
 Menghormati berbagai pendapat
 Mengajak segenap lapisan masyarakat dan bebagai kompopnen yang ada untuk berpartisipasi aktif dalam pemerintahan
 Menubuhkan semangat demokrasi
 Menghormati HAM
 Hidup berdampingan secara damai
 Dan tidak membeda-bedakan suku, ras, agama, dan warna kulit

Jika hal-hal tersebut dapat dilaksanakan di lingkungan kita masing-masing berarti demokrasi telah berjalan dengan baik.
Berasal dari kepribadian yang demokratis akan melahirkan perilaku-perilaku yang demokratis. Perilaku yang demokratis tidak hanya dimiliki warga biasa, tetapi juga harus dimiliki oleh pejabat Negara dan penyelenggara Negara mutlak memiliki kepribadian dan perilaku demokratissebab merekalah yang lebih banyak menjalankan di lembaga-lembaga demokrasi. Selain itu mereka juga menjadi contoh dan teladan bagi perilaku warganya. Demokrasi mengajarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
 Persamaan
 Keseimbangan hak dan kewajiban
 Kebebasan yang bertanggung jawab
 Kebebasan berkumpul dan berserikat
 Kebebasan mengeluarkan pikiran dan pendapat
 Bermusyawarah
 Keadilan sosial
 Kekeluargaan dan persatuan

B. Sikap Positif Terhadap Demokrasi
Sikap positif terhadap demokrasi dalam lingkungan masyarakat dapat kita tunjukkan, baik tingkat keluarga maupun tingkat yang lebih luas. Bentuk-bentuk demokrasi itu tidak harus formal atau resmi. Justru yang berkembang adalah terlaksananya dinamika tukar pendapat, sambung saran dan pemikiran, dan sumber pilihan(alternative) penyeleseian atau jalan keluar yang lebih dikenal dengan istilah solusi. Yang lebih efektif demokrasi perlu kita sikapi positif ialah terlaksananya dialog di antara anggota keluarga sesuai dengan hak dan kewajibannya masing-masing, serta terselenggaranya komunikasi di antara anggota keluarga. Dengan komunikasi, niscaya berbagai masalah keluarga akan diseleseikan secara cepat dan damai sehingga keluarga dapat terjaga keharmonisan, kerukunan dan kedinamisannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s